Jumat, 21 Juni 2013

Manfaat Limbah

Manfaat Limbah


Limbahadalah:

 buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Di mana masyarakat bermukim, di sanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water)



3 pengelompokan limbah

1.   Berdasarkan senyawa
2.   Berdasarkan wujudnya
3.   Berdasarkan sumbernya
BERDASARKAN SENYAWA
1.   Limbah organik, yaitu limbah yang dapat diuraikan (biasanya dari makhluk hidup) dan mengandung unsur karbon. Contoh: Kulit jagung, jantung pisang, daun, batang padi, kotoran hewan. dll.
2.   Limbah anorganik, yaitu limbah yang sulit atau bahkan tidak dapat diuraikan (bukan berasal dari makhluk hidup) dan tidak mengandung unsur karbon.  Contoh: Plastik, besi, baja, pakaian bekas, dll.
BERDASARKAN WUJUDNYA

1. Limbah padat, adalah limbah yang berbentuk padat. Limbah jenis ini masih dibagi lagi menjadi berbagai jenis, yakni:
  • Garbage, adalah sampah organik yang mudah membusuk.
  • Ashes, adalah segala jenis abu.
  • Street Sweeping, adalah segala jenis bangkai terutama yang besar.
  • Industrial waste, adalah benda-benda padat sisa yang merupakan sampah industri
2. Limbah cair, adalah limbah yang berbentuk cair. Pembagian limbah cair:
  • Limbah cair domestik (rumah tangga), contoh: air sabun, tinja, sisa minyak goreng, dll.
  • Limbah cair industri, contoh: air cucian.
  • Rembesan dan luapan, contoh: rembesan AC
  • Air hujan.
3. Limbah gas, adalah limbah yang berwujud berupa gas. Contoh:
  • Gas CO
  • O2
  • NO2
  • CO2
  • H2
  • SO2
  • HCL
  • dll.
BERDASARKAN SUMBERNYA
1.   Limbah domestik, yakni limbah yang berasal dari kegiatan pemukiman penduduk dan kegiatan usaha seperti pasar, restoran, dll.
2.   Limbah industri, yakni limbah yang merupakan hasil buangan industri.
3.   Limbah pertanian, yakni limbah yang berasal dari kegiatan pertanian/perkebunan.
Limbah pertambangan, limbah yang berasal dari kegiatan pertambangan


 Macam-macam manfaat limbah yang dapat didaur ulang

Berikut adalah beberapa jenis limbah atau material yang dapat dimanfaatkan melalui daur ulang.
1.   Kertas. Semuajenis kertas dapat didaur ulang, seperti kertas koran dan kardus.
2.   Gelas. Botol kecap, botol sirup, dan gelas / piring pecah dapat digunakan untuk membuat botol, gelas, atau piring yang baru.
3.   Aluminium. Kaleng bekas makanan dan minuman dapat dimanfaatkan kembali sebagai kaleng pengemas.
4.   Baja. Baja sisa kontruksi bangunan akan berguna sebagai bahan baku pembuatan baja baru.
5.   Plastik. Limbah plastik dapat dilarutkan dan diproses lagi menjadi bahan pembungkus (pengepakan) untuk berbagai keperluan. Misalnya, dijadikan tas, botol minyak pelumas, botol minuman, dan botol sampo.


     Contoh                             
MANFAAT LIMBAH KARDUS TELUR

SEBAGAI MEDIA PEMBIBITAN



Bagi Anda yang suka berkebun, kardus telur dapat dimanfaatkan sebagai media pembibitan. Cukup letakkan kapas lembap atau media tanah di dasar kardus, lalu isi dengan bibit. Dan Anda pun tak perlu menunggu lama sampai bibit-bibit itu tumbuh. Selain itu, kardus telur juga bermanfaat sebagai media peternakan cacing, caranya pun hampir sama dengan cara pembibitan tanaman.






Contoh
cara daur ulang plastik( sampah plastik)



Langkah awal mengolah sampah plastik menjadi kerajinan adalah adalah memisahkan sampah kering dan sampah basah. Selanjutnya sampah kering seperti bungkus minuman ringan seperti kopi, susu dan mi instan dibersihkan. Setelah itu plastik-plastik yang telah dicuci dan dikeringkan  dipotong-potong seperti pola barang kerajinan yang akan dibuat. Pola dibuat sesuai dengan kreasi dan barang yang diinginkan, misalnya saja kerajinan tangan yang berupa tas. Langkah-  langkah yang dapat di tempuh adalah:
1.    Tas plastik bekas yang sudah tidak terpakai dikumpulkan lalu dicuci            
bersih.
2.    Kelompokkan plastik-plastik tersebut menurut warnanya, biasanya ada hitam, putih, merah, biru, dsb. (Bisa juga dipisahkan menurut ukuran serta ketebalannya, sehingga bisa lebih seragam).
3.    Potong melintang dengan ukuran 15 cm x 40 cm. Ukuran ini bisa diatur sesuai jenis produk yang ingin dihasilkan.
4.    Tentukan warna motif yang akan dibuat. Jika menginginkan tas motif merah hitam, maka plastik warna itu saja yang digunakan.
5.    Kaitkan potongan-potongan tersebut sehingga membentuk anyaman. Setelah saling terikat lalu disimpulkan membentuk segi empat. Begitu seterusnya sampai membentuk lembaran.
6.    Setelah membentuk lembaran, barulah dipotong/dibentuk lagi sesuai keinginan.
7    Langkah selanjutnya adalah menjahit sesuai dengan pola tersebut.